Abstract
Spasial autokorelasi sangat jarang di implementasikan untuk analisa kegempaan dan kebencanaan. Penelitian yang dilakukan bertujuan membandingkan pola spasial individual untuk data bahaya kerusakan bangunan akibat gempabumi yang berupa data lithology, zona topografi dan data peak ground acceleration (PGA). Metodologi penelitian terdiri serangkaian tahapan konversi data ordinal ke interval, penyusunan matriks pembobot spasial rook dan queen, penentuan spatial autocorrelation menggunakan local indicator of spatial association (LISA) dan hotspot analysis menggunakan Getis-Ord Gi* statistic serta tahapan pemetaan pola spasial. Penelitian dapat menyimpulkan bahwa pola spasial individual sebagai hasil pengelompokan data dengan signifikansi tinggi dari variable yang dianalisis menggunakan uji LISA dan hotspot analysis ditentukan oleh jenis variable dan matriks pembobot spasial yang digunakan. Pengujian dengan menggunakan matriks pembobot spasial rook menunjukan bahwa ketiga variable yang dianalisis, secara spasial terautokorelasi dengan lebih baik ditandai oleh nilai Morans I yang tinggi dan pola signifikansi pada LISA serta Zscore untuk standar deviasi yang homogen pada hotspot analysis
Keywords
pola spasial, spasial autokorelasi, kerusakan bangunan, gempabumi