SciComm – Benarkah Chatbot Bisa Memahami Perasaan Pelanggan?
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Tahukah kamu? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosen BINUS University menunjukkan bahwa chatbot dapat dikembangkan agar mampu mengenali emosi dalam ulasan pelanggan berbahasa Indonesia.
Dengan kemampuan tersebut, ditemukan bahwa chatbot berpotensi memberikan respons yang lebih sesuai, misalnya mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang puas atau menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang kecewa.
Model yang dikembangkan dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengenali emosi pelanggan, sehingga berpotensi membantu menciptakan layanan pelanggan yang lebih responsif dan empatik.
💬 MARI BERDISKUSI! Chatbot kini terus berkembang, bahkan berpotensi memahami emosi pelanggan. Menurutmu, apakah perkembangan ini akan mengubah peran customer service di masa depan? Atau justru sentuhan manusia tetap tidak tergantikan? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!
📌 Save & share postingan ini agar semakin banyak yang tahu bagaimana AI dapat mendukung inovasi layanan pelanggan.
📄 Referensi / Source: “Emotionally Aware Chatbot for Responding to Indonesian Product Reviews” oleh Rhio Sutoyo, Harco Leslie Hendric Spits Warnars, Sani Muhamad Isa, & Widodo Budiharto (BINUS University) | International Journal of Innovative Computing, Information and Control, 19(3), 861–876 (2023).
#binusresearch #binusresearchpoint #hospitalsocialresponsibility #healthcareindonesia #ecofriendlyhealthcare




