Call for Proposal: UNESCO Participation Grant Programme 2026–2027

UNESCO kembali membuka Participation Programme Cycle 2026–2027, sebuah skema pendanaan internasional yang bertujuan untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan yang sejalan dengan mandat UNESCO. Program ini mengundang berbagai stakeholder terkait, termasuk perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, LSM, dan organisasi masyarakat sipil, untuk berkolaborasi dalam pengajuan proposal kegiatan.

🎯 Bidang Prioritas

UNESCO Participation Programme merupakan mekanisme dukungan pendanaan dua tahunan yang ditujukan untuk memperkuat kontribusi negara anggota dan mitra resmi UNESCO dalam bidang:

  • Pendidikan

  • Pengetahuan Sosial & Humaniora

  • Lingkungan dan Kelautan

  • Budaya dan Pelestarian Warisan

  • Komunikasi & Informasi

  • Statistik

Program ini mendorong kerja sama lintas sektor serta penguatan kapasitas institusi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

🎯 Tema Prioritas

Proposal yang diajukan diharapkan selaras dengan tema-tema prioritas berikut:

  • Pelindungan dan pemanfaatan warisan budaya dan warisan dokumenter

  • Memory of the World / Memori Kolektif Bangsa

  • Keterlibatan generasi muda (Youth Engagement)

  • Kesetaraan gender (Gender Equality)

  • Dialog antarbudaya dan keberlanjutan

💰 Skema dan Besaran Pendanaan

UNESCO memberikan dukungan pendanaan untuk proyek nasional dengan nilai maksimal:

USD 26,000 per proposal

Dana hibah dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan seperti penelitian, pelatihan, lokakarya, dokumentasi, diseminasi pengetahuan, serta kegiatan penguatan kapasitas lainnya sesuai dengan ruang lingkup UNESCO.

👥 Ketentuan Pengusul

  • Proposal diajukan oleh lembaga/organisasi, bukan individu

  • Pengusul dapat berasal dari perguruan tinggi, lembaga riset, LSM, maupun institusi terkait lainnya

  • Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sangat dianjurkan

📝 Mekanisme Pengajuan Proposal (Indonesia)

Untuk konteks Indonesia, pengajuan proposal dilakukan secara online kepada:

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
selaku Ketua Komite Memory of the World (MoW) Indonesia
c.q. Direktur Layanan dan Pemanfaatan Arsip

📅 Timeline Penting

  • Batas akhir pengajuan proposal: 20 Februari 2026

  • Pelaksanaan kegiatan terpilih: paling lambat 31 Desember 2027

📧 Informasi Lebih Lanjut

Untuk pertanyaan teknis dan informasi tambahan terkait pengajuan proposal, silakan menghubungi:

📩 Sekretariat MoW Indonesia
📧 sekretariat.mon.mow.anri@gmail.com