FAITH in Academic Integrity: Integrity, Inclusiveness, Transparency

Integrity and inclusiveness are the foundation of academic trust.

As Artificial Intelligence becomes part of scholarly work, integrity ensures that academic contributions remain honest, transparent, and worthy of trust. AI may support academic tasks, but authorship, responsibility, and intellectual ownership remain human.

Ethical AI use requires openness about how AI contributes, clear attribution of all meaningful contributions, and respect for scholarly voice and effort. AI must not obscure, replace, or diminish human contribution.

Inclusiveness strengthens academic culture by ensuring that recognition is fair, collaboration is ethical, and dignity is upheld across all forms of scholarly work.

Through FAITH, BINUS University encourages the responsible use of AI that preserves honesty, respects contribution, and sustains trust in academic knowledge.

Integritas dan inklusivitas merupakan fondasi utama kepercayaan akademik.

Seiring dengan hadirnya kecerdasan artifisial dalam karya ilmiah, integritas memastikan bahwa kontribusi akademik tetap jujur, terbuka, dan layak dipercaya. AI dapat mendukung proses akademik, namun kepengarangan, tanggung jawab, dan kepemilikan intelektual tetap berada pada manusia.

Penggunaan AI yang etis menuntut keterbukaan atas peran AI, atribusi yang jelas terhadap setiap kontribusi yang bermakna, serta penghormatan terhadap suara dan upaya ilmiah. AI tidak boleh menutupi, menggantikan, atau mengurangi kontribusi manusia.

Inklusivitas memperkuat budaya akademik dengan memastikan pengakuan yang adil, kolaborasi yang etis, dan penghormatan terhadap martabat setiap insan akademik.

Melalui FAITH, BINUS University mendorong penggunaan AI yang bertanggung jawab untuk menjaga kejujuran, menghargai kontribusi, dan memelihara kepercayaan terhadap pengetahuan akademik.

#binusresearch #binusfaith #ethics #artificialintelligence #kecerdasanartifisial