TITLE

Asean China Free Trade Agreement Dalam Pandangan Dunia Usaha Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan para pelaku dunia usaha di Indonesia terhadap ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), khususnya sejak perjanjian ini diimplementasikan secara penuh pada tahun 2010. Penelitian ini memfokuskan diri kepada pandangan para pelaku usaha karena mereka adalah salah satu kelompok orang di Indonesia yang paling terkena dampak, baik positif maupun negatif, dari pelaksanaan ACFTA ini. Mereka jua lah yang telah mengalami langsung berbagai perubahan situasi terkait pelaksanaan ACFTA ini, baik sejak EHP mulai diberlakukan pada tahun 2004, maupun sejak implementasi penuh dijalankan pada tahun 2010. Bagaimanakah persepsi para pelaku usaha itu terhadap ACFTA? Bagaimanakah keberagaman pandangan yang muncul mengenai ACFTA kalangan para pelaku usaha itu? Strategi apakah yang mereka anggap perlu dilakukan agar dunia usaha di Indonesia dapat bertahan, atau bahkan meraih keuntungan, dalam menghadapi ACFTA ini? Penelitian ini mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kwalitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan diskusi kelompok terarah dengan para pelaku usaha. Selain itu, proses pengumpulan data juga dilakukan melalui kehadiran peneliti di berbagai acara atau seminar yang membahas topik yang sedang diteliti ini. Data non primer dikumpulkan melalui penelusuran berbagai media serta studi terhadap literatur yang telah ada terlebih dahulu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pandangan para pelaku dunia usaha terhadap ACFTA dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Pertama adalah pandangan yang bersifat pesimis terhadap pelaksanaan ACFTA. Kedua adalah pandangan yang optimis. Sedangkan ketiga, yang biasanya juga dimiliki oleh mereka yang memiliki pandangan kedua, adalah pandangan bahwa dunia usaha di Indonesia siap menghadapi ACFTA asalkan pemerintah bersedia melakukan berbagai langkah untuk membangun iklim usaha yang lebih baik. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah perbaikan infrastruktur, membangun sistem birokrasi yang ramping, efektif, dan tidak memakan biaya, melakukan sistem standardisasi, dan mempersiapkan sumber daya yang berkwalitas

Keywords

ASEAN, ACFTA, Usaha, Pemerintah

Proposed Year

2014

Budget Year

2014

Contract Number

015.A/VR.RTT/IV/2014

Funding Company

BINUS

Researcher

Johanes Herlijanto, Ph.D

  • Tirta Nugraha Mursitama

Copyright © BINUS UNIVERSITY. All rights reserved.