TITLE

Risiko Online Pada Remaja dan Pendidikan Literasi Media Baru

TYPE

Journal Article

Abstract

Remaja berusia 10- 19 tahun adalah generasi native digital dan mereka terkoneksi dengan dunia maya hampir setiap waktu. Aktivitas online yang mereka lakukan antara lain saling terhubung melalui media sosial, mencari informasi di berbagai website, mengunduh musik, menonton film melalui Youtube, membaca berita, bermain game online, dan sebagainya. Aktivitas online remaja memiliki berbagai risiko di baliknya dan perlu ditelaah bersama apa saja jenis risiko online yang dialami remaja sebagai langkah awal guna meminimalisir efek negatif yang akan terjadi. Artikel ini berisi kajian tentang konseptualisasi risiko online, lingkup dan klasifikasi risiko online; menampilkan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh lingkungan sosial remaja pada terjadinya risiko online; dan upaya untuk menghadapi berbagai resiko negatif media yang menerpa remaja melalui pendidikan literasi media baru. Kurikulum literasi media yang telah ada harus disesuaikan dengan karakteristik media baru. Pada intinya, literasi media baru harus meliputi: (1) literasi media; (2) literasi teknologi digital; (3) tanggung jawab sipil dan sosial; serta (4) imajinasi dan kreativitas.

Citation

Luthfia A. (2017). Risiko Online Pada Remaja dan Pendidikan Literasi Media Baru. Jurnal Communicate , 2 (1), 21-34.

Keywords

risiko online, internet, remaja, literasi media baru

Published On

Jurnal Communicate

Author

Copyright © BINUS UNIVERSITY. All rights reserved.