BINUS University dan Bumi Sangkuriang Tandatangani MoU untuk Penguatan Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Keberlanjutan Heritage Asset

Bandung, 9 Juli 2026 — BINUS University resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang pada Kamis, 9 Juli 2026. Penandatanganan berlangsung di Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih No. 12, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

MoU ini ditandatangani oleh Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom. , M.M., selaku BINUS @Bandung Campus Director, sebagai perwakilan dari Universitas Bina Nusantara, dan Ir. Dewobroto, selaku Ketua Badan Pengurus BP. Bumi Sangkuriang, sebagai perwakilan dari Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang.

Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis antara institusi pendidikan tinggi dan pengelola heritage asset. Bumi Sangkuriang memiliki nilai sejarah, sosial, budaya, dan komunitas yang kuat, serta berpotensi menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, teknologi, desain, dan keberlanjutan.

Melalui kerja sama ini, BINUS University berpotensi memberikan kontribusi dalam berbagai bentuk, antara lain melalui keahlian dosen, pelatihan dan penguatan kapasitas, dukungan narasumber untuk kegiatan Bumi Sangkuriang, pengembangan solusi digital, penempatan mahasiswa internship, penugasan mahasiswa berbasis proyek, kolaborasi riset, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

RIG SMEEI BINUS Bandung turut berperan dalam mendorong terbukanya ruang kolaborasi ini, khususnya dalam menghubungkan kebutuhan mitra dengan potensi keilmuan, riset, dan pengabdian yang dimiliki oleh BINUS. Peran RIG SMEEI diarahkan sebagai penghubung dan integrator kolaborasi agar peluang kerja sama dapat berkembang secara bertahap, relevan, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Beberapa potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan antara BINUS University dan Bumi Sangkuriang mencakup penguatan model bisnis dan kelembagaan, pengembangan sistem digital, pemanfaatan data untuk pengelolaan, optimalisasi ruang berbasis desain, komunikasi visual dan storytelling heritage, pengembangan kapasitas staff/karyawan, serta keterlibatan mahasiswa melalui internship dan project-based learning.

Foto bersama perwakilan BINUS University dan Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang seusai kegiatan penandatanganan MoU (9/7/2026)

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan inisiatif keberlanjutan, termasuk praktik circular economy dan eco-enzyme. BINUS Bandung melalui RIG SMEEI telah memiliki pengalaman dalam pengolahan limbah organik menjadi eco-enzyme sebagai bagian dari praktik keberlanjutan. Pengalaman tersebut berpotensi untuk dibagikan dan dikembangkan secara bertahap bersama Bumi Sangkuriang melalui pelatihan, pemetaan potensi limbah organik, pilot program terbatas, riset, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kemitraan ini juga menjadi peluang bagi mahasiswa BINUS untuk memperoleh pengalaman pembelajaran nyata melalui internship, capstone project, maupun penugasan mata kuliah yang relevan dengan kebutuhan mitra. Dengan demikian, Bumi Sangkuriang dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung experiential learning, sementara mahasiswa memperoleh ruang untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks nyata.

Bagi BINUS University, kerja sama ini sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak, riset yang relevan, serta pengabdian kepada masyarakat yang terhubung dengan kebutuhan nyata. Bagi Bumi Sangkuriang, kemitraan ini membuka peluang untuk memperoleh dukungan akademik dan multidisiplin dalam pengembangan kapasitas, inovasi, dan keberlanjutan pengelolaan heritage asset.

Penandatanganan MoU ini diharapkan tidak hanya menjadi kerja sama seremonial, tetapi juga menjadi dasar bagi pengembangan program-program kolaboratif yang bertahap dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, BINUS University dan Bumi Sangkuriang dapat bersama-sama membangun praktik kemitraan yang memperkuat nilai heritage, mendukung inovasi, serta memberikan dampak positif bagi pendidikan, komunitas, dan masyarakat.