{"id":22,"date":"2023-09-27T07:16:36","date_gmt":"2023-09-27T07:16:36","guid":{"rendered":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/?p=22"},"modified":"2023-09-27T07:16:36","modified_gmt":"2023-09-27T07:16:36","slug":"about-us","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/2023\/09\/27\/about-us\/","title":{"rendered":"About Us"},"content":{"rendered":"<div class=\"block-header type-1\"><\/div>\n<div class=\"table-layout\">\n<div class=\"table-cell valign-top\"><span style=\"font-size: 14px\">Teknologi informasi telah berkembang dengan\u00a0 pesat dan cepat, sehingga melalui perkembangan tersebut telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi. Masyaralat tidak lagi dibatasi media surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi\u00a0 melalui jaringan Internet.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"wp-content clear main-read the-640\">\n<p>Salah satu bidang yang mendapat dampak yang cukup berarti\u00a0 dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan. Pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada\u00a0 peserta didik yang berisi berbagai informasi pendidikan, yang memiliki unsur pendidik, teknologi sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik sendiri.<\/p>\n<p>Perjumpaan antara teknologi dengan pendidikan menemukan bentuknya ketika teknologi sebagai hasil kreasi dan ciptaan manusia diimplementasikan ke dalam proses pembelajaran dalam rangka memfasilitasi guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran.<\/p>\n<p>Secara historis, penggunaan istilah teknologi pembelajaran (<em>Instructional Technology)<\/em>\u00a0dan teknologi pendidikan (<em>Educational Technology<\/em>) saling tumpang tindih dan berkembang secara dinamis. Ada beberapa alasan bagi yang lebih memilih menggunakan istilah teknologi pembelajaran. Pertama, bahwa kata pembelajaran (<em>Instructional<\/em>) lebih sesuai untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi teknologi. Kedua, bahwa istilah pembelajaran lebih tepat sebab teknologi pendidikan pada umumnya berimplikasi pada lingkungan sekolah atau lingkungan pendidikan. Bagi kebanyakan pihak istilah pembelajaran memadukan tidak saja lingkungan persekolahan akan tetapi juga situasi pelatihan di luar sistem persekolahan. Namun demikian, hal itu bisa dimaklumi mengingat pembelajaran merupakan bagian dari proses pendidikan. Begitu juga sebaliknya pendidikan selalu identik dengan pembelajaran. RIG ini lebih memilih menggunakan nama \u201cEducation Technology\u201d.<\/p>\n<p>RIG ini mengembangkan penelitian yang terkait dengan transformasi pendidikan dalam berbagai bidang dan cakupan. Penelitian diharapkan lebih fokus memfasilitasi dan meningkatkan kinerja pendidikan-pembelajaran melalui penciptaan, penggunaan dan pengelolaan proses dan sumber teknologi yang tepat dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan. Penelitian juga mengarahkan diri kepada pendidikan kebangsaan sebagai penguatan tata kelola pemerintahan dibidang pendidikan termasuk aspek-aspek yang berdampak buruk bagi sistem manajemen nasional dan pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian teknologi pendidikan ini merupakan bidang kajian antar disiplin ilmu. Disipilin ilmu dapat meliputi bidang pendidikan, psikologi, komunikasi, komputer,\u00a0 informasi, social- ekonomi-budaya, keteknikan dan bidang ilmu lainnya.<\/p>\n<\/div>\n<ul id=\"post-tags\"><\/ul>\n<div class=\"sharer-items clear the-640\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknologi informasi telah berkembang dengan\u00a0 pesat dan cepat, sehingga melalui perkembangan tersebut telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi. Masyaralat tidak lagi dibatasi media surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi\u00a0 melalui jaringan Internet. Salah satu bidang yang mendapat dampak yang cukup berarti\u00a0 dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan. Pendidikan merupakan suatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-22","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22\/revisions\/23"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}