{"id":1456,"date":"2026-10-16T08:21:05","date_gmt":"2026-10-16T08:21:05","guid":{"rendered":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/?p=1456"},"modified":"2026-10-16T08:21:05","modified_gmt":"2026-10-16T08:21:05","slug":"rig-smeei-binus-university-dan-bumi-sangkuriang-dorong-circular-economy-dan-penguatan-kompetensi-staf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/2026\/10\/16\/rig-smeei-binus-university-dan-bumi-sangkuriang-dorong-circular-economy-dan-penguatan-kompetensi-staf\/","title":{"rendered":"RIG SMEEI BINUS University dan Bumi Sangkuriang Dorong Circular Economy dan Penguatan Kompetensi Staf"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Bandung, 7 Oktober 2026 \u2013 <\/strong>Research Interest Group Small Medium Enterprises, Entrepreneurship, and Innovation (RIG SMEEI) BINUS University kembali melaksanakan kegiatan kolaboratif bersama Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang melalui pelatihan ekonomi sirkular (circular economy), pemanfaatan eco-enzyme, dan peningkatan keterampilan komunikasi staf. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Heritage &amp; Sustainability Living Lab yang menghubungkan praktik keberlanjutan lingkungan dengan pengembangan sumber daya manusia pada sektor heritage dan hospitality.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pelatihan yang berlangsung di Ruang Pengurus Bumi Sangkuriang tersebut diikuti oleh 15 staf dari berbagai bagian operasional. Tiga narasumber yang terlibat adalah Dr. Mulyani Karmagatri, S.Sn., M.M., Dr. Rosyidah Rahmah, S.Kom., M.M., dan Desi Indrawati, S.Pd., M.Hum. Kegiatan ini juga didukung oleh tim mahasiswa internship RIG SMEEI BINUS University.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1459 size-large\" src=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55d-e1792137593478-1200x886.jpeg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"886\" srcset=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55d-e1792137593478-1200x886.jpeg 1200w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55d-e1792137593478-300x222.jpeg 300w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55d-e1792137593478-768x567.jpeg 768w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55d-e1792137593478-480x354.jpeg 480w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55d-e1792137593478-1024x756.jpeg 1024w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55d-e1792137593478.jpeg 1273w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<h4 class=\"Subhead\" style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-US\">Mengubah Limbah Menjadi Sumber Daya melalui Circular Economy<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">D<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-1461 size-medium\" src=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55-225x300.jpeg 225w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55-480x640.jpeg 480w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55-1024x1365.jpeg 1024w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.55.jpeg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/>alam sesi edukasi circular economy, peserta diperkenalkan pada konsep pemanfaatan kembali sumber daya sebagai pendekatan untuk mengurangi limbah dan mendukung praktik operasional yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu penerapannya adalah pengolahan bahan organik menjadi eco-enzyme, yakni cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti kulit buah, bersama gula dan air. Melalui sosialisasi dan pelatihan, peserta mempelajari prinsip pembuatan eco-enzyme, manfaat pengelolaan limbah organik, serta potensi pengembangannya untuk berbagai kebutuhan, termasuk sebagai bahan dalam formulasi produk pembersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi sektor hospitality, edukasi ini relevan karena aktivitas operasional sehari-hari berkaitan erat dengan penggunaan sumber daya dan timbulan limbah. Pelatihan tersebut mengajak staf untuk melihat limbah organik bukan semata sebagai material yang dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang berpotensi dimanfaatkan kembali secara bertanggung jawab.<\/p>\n<h4 class=\"Subhead\" style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-US\">Meningkatkan Kompetensi Komunikasi untuk Mendukung Kualitas Pelayanan<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain edukasi lingkungan, kegiatan ini menghadirkan pelatihan komunikasi sebagai bagian dari penguatan kompetensi sumber daya manusia. Dalam industri hospitality, komunikasi yang efektif berperan penting dalam membangun hubungan dengan pengunjung, memperlancar koordinasi antarkaryawan, dan menciptakan pengalaman pelayanan yang positif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Melalui sesi pelatihan, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi yang jelas, efektif, dan profesional dalam situasi kerja sehari-hari. Penguatan kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pengunjung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1463 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.54-e1792138415242.jpeg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"866\" srcset=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.54-e1792138415242.jpeg 1080w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.54-e1792138415242-300x241.jpeg 300w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.54-e1792138415242-768x616.jpeg 768w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.54-e1792138415242-480x385.jpeg 480w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-16-at-14.42.54-e1792138415242-1024x821.jpeg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<h4 class=\"Subhead\" style=\"text-align: justify\"><span lang=\"EN-US\">Mengembangkan Heritage &amp; Sustainability Living Lab<\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\">Kolaborasi antara RIG SMEEI BINUS University dan Bumi Sangkuriang merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran dan inovasi berkelanjutan melalui pendekatan living lab. Dalam inisiatif ini, Bumi Sangkuriang menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan mitra industri untuk menghubungkan pengetahuan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat dengan kebutuhan nyata di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Keterlibatan mahasiswa internship RIG SMEEI turut memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkontribusi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi mitra. Melalui ekosistem akademik BINUS @Bandung, RIG SMEEI mendorong program yang mempertemukan inovasi kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ke depan, Heritage &amp; Sustainability Living Lab diharapkan terus berkembang melalui edukasi, pendampingan, penelitian terapan, dan implementasi inovasi yang mendukung pengelolaan kawasan heritage serta hospitality secara lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kegiatan ini mencerminkan komitmen RIG SMEEI BINUS University untuk menghadirkan kontribusi akademik yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Fostering and Empowering Society.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandung, 7 Oktober 2026 \u2013 Research Interest Group Small Medium Enterprises, Entrepreneurship, and Innovation (RIG SMEEI) BINUS University kembali melaksanakan kegiatan kolaboratif bersama Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang melalui pelatihan ekonomi sirkular (circular economy), pemanfaatan eco-enzyme, dan peningkatan keterampilan komunikasi staf. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif Heritage &amp; Sustainability Living Lab yang menghubungkan praktik keberlanjutan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[86,72,7],"class_list":["post-1456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan-rig","tag-binusresearch","tag-binusresearchpoint","tag-rigsmeei"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1456"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1466,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1456\/revisions\/1466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1457"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}