{"id":1286,"date":"2026-03-22T10:38:02","date_gmt":"2026-03-22T10:38:02","guid":{"rendered":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/?p=1286"},"modified":"2026-06-05T04:16:45","modified_gmt":"2026-06-05T04:16:45","slug":"eco-corner-binus-paskal-ruang-edukasi-inspirasi-dan-transformasi-eco-enzyme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/2026\/03\/22\/eco-corner-binus-paskal-ruang-edukasi-inspirasi-dan-transformasi-eco-enzyme\/","title":{"rendered":"Eco-Corner BINUS Paskal: Ruang Edukasi, Inspirasi, dan Transformasi Eco-Enzyme"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"351\" data-end=\"712\">Eco-Corner merupakan salah satu inisiatif strategis yang dikembangkan di lingkungan BINUS Paskal sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang berkelanjutan. Terletak di sudut lantai 5, Eco-Corner tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai representasi perjalanan riset, inovasi, dan implementasi eco-enzyme di lingkungan kampus.<\/p>\n<p data-start=\"714\" data-end=\"964\">Inisiatif ini dikembangkan dalam kerangka Research Interest Group (RIG) Small Medium Enterprises, Entrepreneurship, and Innovation (SMEEI), yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis kewirausahaan dan inovasi untuk menjawab tantangan lingkungan.<\/p>\n<h5 data-start=\"966\" data-end=\"999\">Konsep dan Fungsi Eco-Corner<\/h5>\n<p data-start=\"1000\" data-end=\"1188\">Eco-Corner dirancang sebagai ruang multifungsi yang mengintegrasikan aspek edukasi, display inovasi, dan ruang interaksi akademik. Secara konseptual, Eco-Corner memiliki tiga fungsi utama:<\/p>\n<ol data-start=\"1190\" data-end=\"2137\">\n<li data-start=\"1190\" data-end=\"1488\"><strong data-start=\"1193\" data-end=\"1232\">Etalase Perjalanan Eco-Enzyme BINUS<\/strong><br data-start=\"1232\" data-end=\"1235\" \/>Eco-Corner menampilkan dokumentasi perjalanan pengembangan eco-enzyme di BINUS, mulai dari tahap awal produksi hingga implementasi dalam kehidupan kampus. Hal ini mencerminkan proses transformasi dari riset menjadi praktik nyata (research to impact).<\/li>\n<li data-start=\"1490\" data-end=\"1854\">\n<p data-start=\"1493\" data-end=\"1601\"><strong data-start=\"1493\" data-end=\"1539\">Display Produk Inovasi Berbasis Eco-Enzyme<\/strong><br data-start=\"1539\" data-end=\"1542\" \/>Berbagai produk turunan eco-enzyme ditampilkan, seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"1605\" data-end=\"1700\">\n<li data-start=\"1605\" data-end=\"1638\">Sabun batang ramah lingkungan<\/li>\n<li data-start=\"1642\" data-end=\"1656\">Sabun cair<\/li>\n<li data-start=\"1660\" data-end=\"1700\">Produk pembersih berbasis eco-enzyme<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1705\" data-end=\"1854\">Display ini tidak hanya menunjukkan hasil inovasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai potensi komersialisasi produk berbasis sustainability.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1856\" data-end=\"2137\"><strong data-start=\"1859\" data-end=\"1897\">Ruang Santai dan Belajar Mahasiswa<\/strong><br data-start=\"1897\" data-end=\"1900\" \/>Eco-Corner juga difungsikan sebagai ruang informal bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan berinteraksi. Dengan konsep ruang yang nyaman dan hijau, area ini mendorong terciptanya suasana belajar yang lebih reflektif dan kreatif.<\/li>\n<\/ol>\n<h4 data-start=\"2139\" data-end=\"2174\">Tujuan Pengembangan Eco-Corner<\/h4>\n<p data-start=\"2175\" data-end=\"2302\">Pengembangan Eco-Corner memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar penyediaan ruang fisik. Inisiatif ini diarahkan untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"2304\" data-end=\"2641\">\n<li data-start=\"2304\" data-end=\"2404\">Menularkan semangat keberlanjutan (sustainability mindset) kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan<\/li>\n<li data-start=\"2405\" data-end=\"2475\">Meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan produk ramah lingkungan<\/li>\n<li data-start=\"2476\" data-end=\"2561\">Menjadi media komunikasi visual atas hasil riset dan inovasi yang telah dilakukan<\/li>\n<li data-start=\"2562\" data-end=\"2641\">Mendorong integrasi antara penelitian, pembelajaran, dan implementasi nyata<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2643\" data-end=\"2824\">Eco-Corner menjadi bukti bahwa inovasi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dihadirkan dalam bentuk nyata yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika.<\/p>\n<h4 data-start=\"2826\" data-end=\"2888\">Eco-Corner sebagai Bagian dari Ekosistem Circular Economy<\/h4>\n<p data-start=\"2889\" data-end=\"3164\">Eco-Corner juga berperan sebagai titik representasi dari ekosistem circular economy yang sedang dikembangkan di BINUS. Dalam konteks ini, eco-enzyme tidak hanya diproduksi, tetapi juga digunakan, dievaluasi, dan dikembagkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai tambah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1289 alignleft\" src=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-22-at-17.22.48-768x1024.jpeg\" alt=\"\" width=\"317\" height=\"423\" srcset=\"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-22-at-17.22.48-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-22-at-17.22.48-225x300.jpeg 225w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-22-at-17.22.48-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-22-at-17.22.48-480x640.jpeg 480w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-22-at-17.22.48-1024x1365.jpeg 1024w, https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-content\/uploads\/sites\/22\/2026\/03\/WhatsApp-Image-2026-03-22-at-17.22.48.jpeg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 317px) 100vw, 317px\" \/><\/p>\n<p data-start=\"3166\" data-end=\"3391\">Melalui pendekatan ini, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi living laboratory yang memungkinkan mahasiswa dan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana konsep keberlanjutan diimplementasikan.<\/p>\n<p data-start=\"3406\" data-end=\"3733\">Eco-Corner BINUS Paskal merupakan langkah konkret dalam mengintegrasikan riset, inovasi, dan edukasi dalam satu ruang yang inspiratif. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi katalis dalam membangun budaya kampus yang lebih sadar lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru berbasis eco-friendly dan zero waste.<\/p>\n<p data-start=\"3735\" data-end=\"3870\">Eco-Corner bukan hanya sebuah ruang\u2014melainkan simbol perjalanan, pembelajaran, dan komitmen menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eco-Corner merupakan salah satu inisiatif strategis yang dikembangkan di lingkungan BINUS Paskal sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang berkelanjutan. Terletak di sudut lantai 5, Eco-Corner tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai representasi perjalanan riset, inovasi, dan implementasi eco-enzyme di lingkungan kampus. Inisiatif ini dikembangkan dalam kerangka Research Interest Group (RIG) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":1287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[78,77,65,72,7],"class_list":["post-1286","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan-rig","tag-ecoenzymebinus","tag-rigsmeeibinus","tag-binusbandung","tag-binusresearchpoint","tag-rigsmeei"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1286"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1336,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1286\/revisions\/1336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/smeei\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}