{"id":128,"date":"2018-09-21T08:25:20","date_gmt":"2018-09-21T08:25:20","guid":{"rendered":"http:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/?p=128"},"modified":"2018-09-21T08:39:12","modified_gmt":"2018-09-21T08:39:12","slug":"pemecahan-masalah-problem-solving","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/2018\/09\/21\/pemecahan-masalah-problem-solving\/","title":{"rendered":"Pemecahan masalah (problem solving)"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sering digunakan dalam berbagai \u00a0bidang ilmu dan memiliki pengertian yang berbeda-beda pula. Tetapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam matematika memiliki kekhasan tersendiri. Secara garis besar terdapat tiga macam interpretasi istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam pembelajaran matematika, yaitu 1. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai tujuan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">as a goal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), 2. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai proses (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">as a process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">),dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai keterampilan dasar \u00a0(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">as a basic skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">).<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai tujuan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Para pendidik, matematikawan, dan pihak yang menaruh perhatian pada pendidikan matematika sering kali menetapkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai salah satu tujuan pembelajaran matematika. Bila <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ditetapkan atau dianggap sebagai tujuan pengajaran maka ia tidak tergantung pada soal atau masalah yang khusus, prosedur, atau metode, dan juga isi metematika. Anggapan yang penting dalam hal ini adalah bahwa pembelajaran tentang bagaimana menyelesaikan masalah (solve problems) merupakan \u201calasan utama\u201d (primary reason) belajar matematika \u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai proses<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengertian lain tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah sebagai sebuah proses yang dinamis. Dalam aspek ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat diartikan sebagai proses mengaplikasikan segala pengetahuan yang dimiliki pada situasi yang baru dan tidak biasa. Dalam interpretasi ini, yang perlu diperhatikan adalah metode, prosedur, strategi dan heuristik yang digunakan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah. Masalah proses ini sangat penting dalam belajar matematika dan yang demikian ini sering menjadi fokus dalam kurikulum matematika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebenarnya, bagaimana seseorang melakukan proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan bagaimana seseorang mengajarkannya tidak sepenuhnya dapat dimengerti. Tetapi usaha untuk membuat dan menguji beberapa teori tentang pemrosesan informasi atau proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> telah banyak dilakukan. Dan semua ini memberikan beberapa prinsip dasar atau petunjuk dalam belajar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan aplikasi dalam pengajaran.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><i><span style=\"font-weight: 400\">Problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai keterampilan dasar<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Terakhir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> \u00a0sebagai keterampilan dasar \u00a0(basic skill). Pengertian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai keterampilan dasar lebih dari sekedar menjawab tentang pertanyaan : apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak anggapan tentang apa keterampilan dasar dalam matematika. Beberapa yang dikemukakan antara lain keterampilan berhitung, keterampilan arimetika, keterampilan logika, keterampilan \u201cmatematika\u201d, dan lainnya. Satu lagi yang baik secara implisit maupun eksplisit sering diungkapkan adalah keterampilan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">problem solving<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Problem solving dalam matematika adalah proses dimana seorang siswa atau kelompok siswa (cooperative group) menerima tantangan yang berhubungan dengan persoalan matematika dimana penyelesaiannya dan caranya tidak langsung bisa ditentukan dengan mudah dan penyelesaiannya memerlukan ide matematika. <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Problem solving matematik adalah suatu cara untuk menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan penalaran matematika (konsep matematika) yang telah dikuasai sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan pemahaman diatas dapat disimpulkan bahwa pemecahan masalah adalah salah satu keterampilan dasar dalam matematika yang memerhatikan metode, prosedur, strategi dan heuristik yang digunakan siswa dalam tujuan untuk menyelesaikan masalah.Penyelesaian dan cara yang digunakan tidak langsung bisa ditentukan dengan mudah karena penyelesaiannya memerlukan ide matematika. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah problem solving sering digunakan dalam berbagai \u00a0bidang ilmu dan memiliki pengertian yang berbeda-beda pula. Tetapi problem solving dalam matematika memiliki kekhasan tersendiri. Secara garis besar terdapat tiga macam interpretasi istilah problem solving dalam pembelajaran matematika, yaitu 1. problem solving sebagai tujuan (as a goal), 2. Problem solving sebagai proses (as a process),dan problem solving [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-128","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128\/revisions\/129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/research.binus.ac.id\/crosscomm\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}