TITLE

ANALISA PERMEABILITAS PADA BETON DENGAN PENAMBAHAN WATERPROOFING MATERIAL

Abstract

Beton adalah suatu material utama yang dibutuhkan pada suatu struktur yang mempunyaifungsi sebagai penahan beban. Beton biasanya digunakan pada struktur bangunan, jalan raya, jembatan dan lainnya. Beton memiliki kelebihan yaitu mampu menahan gaya tekan namun memiliki kelemahan yaitu lemah pada kuat tarik. Kerusakan pada beton yang kerap terjadi adalah keretakan, yang dapat mengakibatkan masuknya air di dalam beton, dan terjadi kebocoran. Selain itu, apabila air dapat masuk ke dalam beton bertulang, dan bertemu dengan tulangan, hal ini dapat menyebabkan korosi pada tulangan. Untuk menanggulangi masalah yang disebabkan oleh keretakan beton, dapat digunakan suatu bahan yang berfungsi untuk membuat beton menjadi kedap air atau material waterproof. Salah satu jenis waterproofing material adalah Xypex (yang dapat meningkatkan impermeabilitas sehingga meningkatkan kualitas dan mutu beton). Xypex adalah suatu bubuk kering yang mengandung semen Portland, pasir silika dan bahan kimia lain yang berfungsi untuk menciptakan beton kedap air dengan cara menutup rongga-rongga pada beton. Persentase penambahan Xypex pada campuran beton pada umumnya adalah antara 0,8% sampai 1,2% dari berat semen. Persentasi ini adalah persentase minimum beton kedap air dan dosis maksimum agar pemakaian Xypex tidak berlebihan. Dengan mempertimbangkan harga material ini yang cukup tinggi, pada penelitian ini akan dipelajari dampak terhadap karakteristik permeabilitas dan kuat tekan beton dari pengurangan kadar Xypex dalam campuran beton dengan menggunakan batu alam. Selain itu, juga akan diteliti mengenai salah satu fitur Xypex, yaitu crack self-healing. Pada penelitian ini, sampel beton tanpa aditif dan dengan penambahan Xypex dengan kadar 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8%, 1%, dan 1,2% dipersiapkan untuk pengujian kuat tekan dan permeabilitas. Untuk pengujian kuat tekan, dilakukan dengan alat uji kuat tekan dan untuk pengujian permeabilitas dilakukan sesuai dengan SNI 03-2914-1992, dimana sampel beton direndam selama 10 menit dan 24 jam. Sampel beton diuji ketika sampel berumur 7 hari dan 28 hari. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa adanya penurunan kuat tekan sampel beton berumur 28 hari dibandingkan dengan sampel beton berumur 7 hari dan adanya peningkatan kuat tekan sampel beton berumur 7 hari seiring dengan peningkatan persentase Xypex yang ada dalam campuran, namun hal ini tidak ditemukan pada sampel beton berumur 28 hari. Selain itu, dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa penambahan Xypex pada kadar diatas 0.8% terbukti efektif untuk menjaga persentase penyerapan air oleh sampel beton berumur 7 hari yang disarankan oleh SNI 03-2914-1992. Akan tetapi, penambahan Xypex pada kadar diatas diantara 0.2% sampai dengan 1.2% terbukti efektif untuk menjaga persentase penyerapan air oleh sampel beton berumur 28 hari yang disarankan oleh SNI 03-2914-1992, yaitu 2.5% untuk 10 menit dan 6.5% untuk 24 jam, walaupun tidak ada hubungan yang jelas antara peningkatan kadar Xypex dengan perubahan persentase penyerapan air rata-rata. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil yang didapatkan ini, yaitu kualitas agregat yang digunakan, proses pembuatan sampel beton, dan sifat dari Xypex sendiri.

Keywords

beton, Xypex, waterproofing, permeabilitas, kuat tekan

Proposed Year

2017

Budget Year

2017

Contract Number

020A/VR.RTT/IV/2017

Funding Company

BINUS

Researcher

  • Meilani

Copyright © BINUS UNIVERSITY. All rights reserved.