Title

MODEL BISNIS RANTAI PASOK BERKELANJUTAN PADA PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN BIOMASA BAMBU

Abstract
Rasio elektrifikasi Indonesia saat ini mencapai 84,35 persen, dimana propinsi yang rasionya dibawah 50 persen adalah provinsi Papua (36,41 persen), dan provinsi yang rasionya masih di bawah 70 persen antara lain NTT (54,77 persen), Sulawesi Tenggara (62,51 persen), NTB (64,43 persen), Kalimantan Tengah (66,21 persen), Sulawesi Barat (67,6 persen), Gorontalo (67,81 persen), dan Kepulauan Riau (69,66 persen). Kondisi infrastruktur kelistrikan di Indonesia sangat memprihatinkan. Kapasitas pembangkit yang dimiliki sebesar 35,33 GW (gigawatt) untuk memenuhi kebutuhan sejumlah 237 juta jiwa. Kapasitas tersebut jauh di bawah kemampuan produksi listrik Singapura dan Malaysia. Kapasitas pembangkit di Singapura mampu memproduksi listrik sebesar 10,49 GW untuk memenuhi kebutuhan 5,3 juta penduduk. Sementara kapasitas pembangkit Malaysia sebesar 28,4 GW untuk kebutuhan 29 juta penduduk. Diperlukan upaya untuk memanfaatkan potensi Energi terbarukan. (Potensi energi terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, angin, surya, samudera, maupun biomasa jumlahnya cukup memadai namun tersebar). Penelitian ini akan mengungkapkan alternatif energi terbarukan berbasis biomasa bambu yang dapat menjadi solusi bagi pengembangan kelistrikan di daerah tertinggal dan pulau terpencil. Bambu dapat tumbuh subur di seluruh Indonesia dan merupakan hasil hutan bukan kayu yang dapat tumbuh kembali kurang dari 1 tahun sehingga akan dapat memenuhi kebutuhan feedstock energi terbarukan. Persoalan yang utama adalah bagaimana membangun model bisnis yang dapat menjamin keberlanjutan rantai pasok agar pembangkit dapat berjalan berkesinambungan dan dapat mensejahterakan masyarakat di daerah rural tersebut sehingga dapat meningkatkan indeks perkembangan manusia di daerah tersebut.
Keywords
Sustainability, Renewable Energy, Supply Chain, Bamboo Biomass
Source of Fund
Hibah BINUS
Funding Institution
BINUS
Fund
Rp.10.000.000,00
Contract Number
020A/VR.RTT/IV/2017
Author(s)
  • Bambang Dwi Wijanarko, S.Si., M.Kom

    Bambang Dwi Wijanarko, S.Si., M.Kom

  • Johannes Widjaja Wahono, S.E., MM.

    Johannes Widjaja Wahono, S.E., MM.